Kamis, 04 Agustus 2016

Leonel Messi dan Tim Work


Oleh : Ani Sudaryanti

Leonel Messi mengumumkan keputusannya untuk tidak lagi memperkuat tim nasional Argentina. Mengapa? Usia Leonel Messi masih 29 tahun, untuk perperan sebagai pemain profesional masih bisa mencapai 5 atau bahkan 7 tahun kedepan. Kemungkinan untuk berprestasi sangat besar.

"Timnas bukan untuk saya. Bagi saya, timnas sudah berakhir. Saya sudah lakukan semampu saya, menyakitkan tidak menjadi juara" kata Leonel Messi pada satu kesempatan.  Puncaknya pada turnamen Copa America 2016 yang tidak juga mempu berjaya. Coba bayangkan bagaimana perasaan Messi yang sangat mencintai negerinya, tapi harus hengkang gara-gara tidak mampu menghadiahkan kemenangan.

Jika dilihat prestasinya, Messi adalah pemain yang mampu membawa FC Barcelona meraih delapan gelar juara La Liga dan empat piala Liga Champions. Bahkan, dia terpilih sebagai pemain terbaik dunia dengan meraih penghargaan Ballon d'Or sebanyak lima kali. Lantas, mengapa Messi merasa lumpuh saat di timnas Argentina. Bahkan, Messi menjadi bulan-bulanan bully dikarenakan tidak mampu membawa Argentina menjadi juara.

Messi, Argentina dan Barcelona

Tidak ada yang berani meragukan kemampuan Messi dalam bermain bola. Bukan hanya diakui di Argentina atau Spanyol tapi nama Messi sudah mendunia gara-gara sepak bola. Tapi pertanyaan besarnya adalah mengapa jika di Barcelona Messi adalah dewa, justru di Argentina tempat dimana Messi lahir tidak mampu untuk mengangkat namanya sama jayanya saat di Spanyol.

Banyak yang menyalahkan Messi dengan keadaan yang dialami oleh Argentina. Hingga, saat Messi "Frustasi" dan menyatakan gantung sepatu di timnas. Reaksi yang muncul setelah itu terjadi berragam pula.  Pro dan kontra. Hal yang biasa pada sebuah tindakan orang-orang besar. Dan cukup banyak yang mencoba untuk membuat Messi mengurungkan niatnya. Mungkin juga orang-orang yang tidak puas sebelumnya dengan Messi.

Jika ingin menggali lebih jauh antara Messi, Argentina dan Barcelona, mungkin para pakar atau pengamat sepakbola lebih bisa menggali lebih dalam. Tapi apapun itu bahasannya, tidak semua bisa mewakili kejadian yang terjadi secara utuh.

Tapi jangan pernah lupakan bahwa sepakbola adalah kerja tim. Jika hanya fokus terhadap Messi maka itu adalah salah besar. Barcelona dan Argentina terdiri dari orang-orang yang berbeda, dan Messi berada di dua tim tersebut. Tentu saja hasilnya akan berbeda. Banyak faktor yang menyebabkan kemenangan. Salah satunya adalah Tim.

Messi dan Tim Work

Dalam satu tim percuma jika hanya ada satu orang hebat atau banyak orang hebat tapi tidak berkaloborasi. Masing-masing sibuk dengan kehebatannya. Sebenarnya untuk orang hebat butuh orang lemah, karena untuk dikatakan superior dibutuhkan inferior. Jika kumpulan superiorpun belum tentu menghasilkan tim superior. Karena kemungkinan teriakan superior lebih kuat.

Ulasan ini tidak mengatakan bahwa Messi tidak mampu menjalankan posisinya di sebuah tim. Karena, Messi berada di dua tim dengan kondisi yang berbeda. Tantangan bagi kumpulan superior adalah penundukan ego dan mau mendengar. Tidak semua pendapat dan keputusan mampu diterima. Dan kolaborasi kemampuan dari semua superior adalah penting. Percuma jika kelebihan-kelebihan tersebut justru berbenturan dilapangan. Begitu pula dengan tim yang paduan antara superior dan inferior, bukan tidak mungkin justru tim bisa melesat karena penghargaan dari masing-masing individunya.

Yang menjadi tantangannya, bagaimana seorang superior seperti Messi atau seorang inferior tetap mampu menerbangkan sebuah kinerja tim. Kita Messi atau bukan, tidaklah penting. Yang penting adalah kolaborasi. Jangan sampai sang superior terbang tinggi, sang inferior merangkak tersesat.

Duren Sawit, 04 Agustus 2016
Dari Inferior. Saat ruang diskusi sudah sempit, saat waktu sudah semakin limit.


Minggu, 08 Mei 2016

Apa Warna Rindumu?





Oleh : Ani Sudaryanti
 
Jika divisualisasikan sebuah kata rindu, bisa saja diwakilkan pada warna-warna. Dia bisa kelabu, terang atau lembut. Rindu adalah dari sebuah rasa dari banyak rasa yang ciptakan Tuhan dalam kehidupan manusia berinteraksi atau berekspresi.

Jika ada pertanyaan, apa warna rindumu? Itu sama sekali tergantung dari pristiwa yang melatarinya. Rindu bisa tercipta dari jejak-jejak masa lalu atau bisa juga sketsa masa depan yang menjadi harapan. Dalam salah satu bukunya, Salim A. Fillah menuliskan bahwa Allah senantiasa memberikan kepada kita dua sisi mata uang; apa-apa yang kita sukai dan apa-apa yang menjerihkan hati. Disitulah makna kerinduan. Kalau dunia berisikan segala yang kita inginkan, mungkin kita tak perlu memiliki rasa rindu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rindu berarti sangat ingin atau berharap benar terhadap sesuatu. Mungkin bisa disimpulkan rindu adalah perjuangan. Sebuah rasa yang tidak diundang. Dia muncul dari bagian imajinasi yang bergumul dari pemikiran seseorang. Rindu juga dapat menjadi benang penghubung dengan sebuah mimpi. Motivasi. Tangga gambaran tentang masa depan.

Kisah Rindu Syahdu

Membekas sekali dari sebuah perjalanan hijrah Rasulullah dan para sahabat, mereka diperintahkan berpidah dari Mekah ke Madinah. Sebuah perjalanan yang tidak mudah, tidak ada gambaran tentang Madinah. Dan Mekah adalah tempat segala-galanya yang telah mereka miliki. Bahkan sekelas Abu Bakar dan Bilal tetap saja menggulirkan kerinduan mereka terhadap Mekah. Rindu Rumah. Dalam keadaan demam Abu Bakar pun bersyair :

Kala Pagi. Setiap orang bisa berkumpul dengan keluarga. Namun kematian lebih dekat dari tali terompahnya!

Kisah lainnya, tentang perceraian antara Abdurrahman anaknya Abu Bakar dengan istrinya, Atikah. Mereka bercerai bukan karena ada permasalahan dalam rumah tangganya, bahkan terlalu sempurna. Terlalu besar besar cinta diantara mereka. Dan saat Abu Bakar memerintahkan untuk menceraikannya, Abdurrahman menurutinya. Ini terjadi karena cinta Abdurrahman terhadap Atikah telah melalaikan jihad dan ibadah. Cinta yang dihadirkan dikhawatirkan mengalahkan cintanya terhadap Allah. Dan itu luar biasa.

Keadaan tersebut, melahirkan rintihan rindu dari seorang Abdurrahman bin Abu Bakar. Sesuatu hal yang manusiawi. Hingga pada akhirnya mereka rujuk kembali. Lain halnya dengan Buya Hamka semenjak ditinggal meninggal istrinya. Beliau, jika dilanda rindu maka akan sholat taubat 2 rokaat dan membaca Al Qur’an hingga lelah. Dan ketika ditanya mengapa harus sholat tobat? Karena takut kecintaannya terhadap istrinya lebih besar dibandingkan cintanya kepada Allah. Masya Allah. Sebuah rindu yang coba disekam adalah perjuangan.

Rindu dan Kesempatan

Berjalannya detik sedetik waktu entah lambat, entah cepat meninggalkan adalah pasti. Meninggalkan masa lalu. Rindu pada masa kecil, pada sahabat-sahabat pergerakan dalam kebaikan, teman berbagi cerita dan kemanjaan orang tua. Situasi rindu yang tidak jarang kita rasai. Masa-masa perjuangan, walaupun kadang disela oleh tangis pedih. Maka saat kita dilingkari oleh orang-orang baik, orang-orang yang sholeh, sebenarnya itu rejeki. Itu adalah kesempatan yang harus kita syukuri. 

Rindu pada sebuah perubahan kebaikan, rindu pada ketenangan, rindu tentang peradaban islam dan rindu tentang kejayaan kebaikan adalah hal-hal yang kita harap untuk terjadi dimasa depan. Itu adalah tangga atau bahan bakar kita untuk dapat mengusahakannya. Karena itu tidak mudah, usaha-usaha yang butuh keringat yang dibungkus oleh keimanan. 

Dan mungkin yang paling menyesakan jika kita bayangkan sebuah kata rindu adalah amal sholeh yang kita ingat saat di alam kubur, kebaikan yang tiada dapat terbilang besar saat diakhirat. Rindu untuk kembali ke dunia. Bertekad melakukan seluruh kebaikan. Dan saat itu, rindu sudah tidak berdampak apa-apa. 

Dan jika rindu masih pada sebuah lingkaran dunia. Mari kita sikapi dengan anggun, menikmati rindu sebagai karunia, menyikapi dengan bijak dan membungkus rasa rindu pada kotak hati terdalam. Sampaikan rindumu dalam ranah yang baik, titipkan doa terbaik dari Sang Pemilik rindu.

Saatnya menghargai semua yang kita miliki sekarang, suatu saat nanti kemungkinan kita akan merindui kesempatan ini.

Selamat Merindu

DS, 08 Mei 2016
Long weekend.