Minggu, 25 Mei 2014

Soal Rumit Yang Sulit


Pernah terlintas dalam angan saya terucap, bagaimana jika saya menjalani hidup saya dengan melintasi usia saya dengan 'menutup mata', mengabaikan hal yang terjadi. Apalagi hal-hal yang rumit dan sulit. Sehingga jika datang masa-masa itu, saya ingin lari untuk tidak menghadapinya. Tapi, apakah bisa? Kembali saya berpikir, kalau saya menutup mata, maka saya juga akan melewatkan pemandangan indah dan kejadian mengagumkan saat sebuah proses rumit tersebut saya jalani. Karena, saya memiliki keyakinan kalau ada banyak hal indah yang terselip dalam permasalahan hidup.

Singkirkan Atau Sembunyikan

Manusia memiliki tipe berbeda dalam menghadapi sebuah kerumitan atau masalah, termasuk saya, namun ada kondisi yang menyebabkan seseorang mampu menghadapi sebuah persoalan. Misalnya latar belakang pendidikan, lingkungan, keluarga dan kondisi keseharian yang biasa seseorang hadapi, hal tersebut menjadikan dia memiliki sikap berbeda dalam menghadapi permasalahan yang rumit.

Ada yang menyimpulkan 'masalah ini terlalu rumit' maka saya sembunyikan atau urutkan dia pada posisi yang terbawah untuk dipikirkan. Ada juga yang menyimpulkan 'masalah ini terlalu sepele' maka dia sembunyikan pada bawah karpet, seperti debu yang disapu. Tapi, perlu di ketahui bahwa tingkat penilaian sepele dan rumit, satu dengan lainnya berbeda. Bisa saja saya bilang itu penting walau rumit. Tapi, bagi orang lain hal itu terlalu sepele untuk diselesaikan. Tapi, apakah bijak jika terus menerus lari dari hal-hal yang rumit? Mau tidak mau hal itu harus dihadapi. 

Kita tidak bisa terus menerus menyembunyikan hal yang rumit dan sepele pada balik karpet, karena suatu saat baik cepat atau lambat, karpet tersebut akan diangkat. Dan pasti akan kita akan terkejut dengan apa yang kita tanam di sana. Mungkin kita akan melihat sebuah habitat baru. Bisa jadi hal yang mengerikan. --hanya imajinasi :)

Pending (Tunda Saja)

Pilihan lain saya hal yang rumit adalah lakukan penundaan. Memang ada beberapa permasalahan yang rumit butuh waktu untuk dipikirkan. Dengan tujuan agar dapat diselesaikan melalui keputusan yang tepat. Butuh pertimbangan, tanya sana, tanya sini dan kumpulkan data. Saya sering melakukannya, yaitu mengumpulkan data. Agar hal yang rumit dapat  terurai dengan data yang kita kumpulkan. Setidaknya kita harus mempunyai waktu ideal kapan hal itu terselesaikan. 

Namun, ada juga melakukan penundaan, karena hal masalah yang rumit itu agar tersingkir dahulu. Tidak ada batas waktu menyelesaian, dan diam-diam berharap masalah itu terlupakan. Bagaimana menurut anda tentang sikap ini? 

Hadapi

Jika kita sudah mengambil keputusan dan ditempatkan pada 'posisi' banyaknya hal yang rumit, hal yang paling tepat adalah hadapi. Mau menutup mata, tutup telinga, masalah itu sudah di depan mata. Hal yang mungkin dilakukan adalah penundaan. Tapi, penundaan dengan jeda waktu yang wajar. Pertimbangkan bahwa orang lain diluar sana sedang menunggu keputusan kita.

Keputusan yang tepat pada waktu yang tepat itu bagus. Keadaan tersebut butuh intuisi dan keahlian tersendiri, dengan adanya hal yang rumit, saatnya diri untuk berlatih membuat keputusan. Soal salah, itu hal biasa. Jika tidak bertindak, memang kita tidak akan membuat salah. Namun, ada kemungkinan membuat hal yang benar juga. 

Saya menuliskan ini, jika suatu saat saya menghadapi hal yang rumit. Saya harus kembali membuka tulisan ini. Keberanian saya harus terus dipupuk, bukan melangkah dengan menutup mata. Karena tidak semua hal yang rumit dan sulit mampu kita hindari. Apalagi di masukan kedalam kotak pandora.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar