Selasa, 11 Juni 2013

Catatan Matahari



Oleh : Ani Sudaryanti

              Mungkin saat ini, malu-malu singgah pada setiap dahan, batang, daun, bunga, serangga juga pada hatiku. Sinarnya, ku tahu seperti malaikat yang menyampaikan pesan kisah bertuah. Sungguh, ingin  serta merta melihat terang itu bernyanyi. Mendengarkan nada batin senang.

             Cahaya, selalu ada sebenarnya. Dia tidak angkuh, tidak kikir. Tapi, katanya sekarang saatnya air langit yang menyepa wajahmu, angin sejuk menerpa telingamu, membisikkan harapan. Karena, katanya lagi, DIA sesuai prasangka hambanya.

          Aku mengangguk-angguk, seperti daun di taman itu, yang percaya bahwa cahaya akan membantunya untuk fotosintesis. Oleh karena itu, entah orang bilang apa, kurentangkan tanganku dan kuajak hujan untuk bersahabat. Basah tapi ringan. Kurasa ini lebih menyenangkan dibandingkan menunggu.

Kali ini matahari belum dapat membuat catatannya buatku.  Dan aku pun tidak kecewa.

Duren sawit, 07 Jan. 12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar