Rabu, 11 April 2012

"cherry pie and love: what make you beautiful"


by Dian Arymami


pagi itu, kamu bangun lebih awal. ketika aku menyusulmu ke dapur, tanganmu telah berbalur tepung dan keju. rambutmu yang terurai ditiup angin dari arah taman belakang. kamu mendengar langkahku, tapi tetap pura-pura bisu sambil menanti kejutan dan sergap pelukku. semakin aku mendekat, kamu semakin tak kuasa menahan senyum.

seperti ingin membalikkan badan dan melumuri wajahku dengan serbuk putih di mangkuk putih, di sisi kananmu. dan karena aku tahu maumu, segera aku beranjak mundur. menyelinap ke tepi meja. aku memintamu memejamkan mata. dengan terampil aku raih dua gelas bening. aku tuangkan jus apel yang masih dingin untuk kita. untuk sebuah pagi bersama dua hati dari cherry pie. dua tegukan telah usai. dinginnya mengaliri garis nadi. ku dekap dirimu dengan erat. ku ajak kamu menari dalam nyanyian pagi. dari kamar terdengar "what make you beautiful" merayap menuju hangat dirimu. kamu tersipu malu, tapi tak sanggup untuk katakan "enggan". ikuti saja kata hati. dan kita masih terus menari. itu adalah sebuah keindahan yang tidak akan mudah untuk terulang lagi. aku bisikkan ke telingamu. "what make you beautiful is you know how to understand me!" ku dekap dirimu lebih erat dari sebelumnya.

ku satukan detak jantungku ke detak jantungmu. ku kecup keningmu sedalam samudera. ku jemput kebahagiaan yang pernah kamu beri. dalam hangat matahari, aku memapah dirimu menuju taman hijau itu. memutar tubuh harummu setengah lingkaran. aromanya seperti berbagi dengan harum taman. lalu aku menatap bening matamu dalam diam agar kamu temukan bait kata hati yang merambat menuju ke dua bola kristal kecil itu. agar kamu tidak pernah pergi dariku. tidak sekali pun menginggalkanku. ada banyak cahaya dan warna yang dapat ku lihat saat itu. tapi dua mata telah setia memilih kamu. kamu yang berdiri tepat dalam dekapanku.

ku harap, semesta dapat mengijinkan aku sejenak untuk hanya menghayati makna hadirmu. kamu yang tak lepas oleh mata. dan tak luput oleh terpaan dunia. tak ada kata yang ku lepas dalam ucap. tapi hati merapal kecintaanku kepadamu. baitnya melebihi sebuah cerita. iramanya lebih indah dari denting harfa. warnanya seperti pagi dan senja yang disaput jingga. simpulnya lebih kuat daripada jerat kesetiaan malaikat di surga. dan dalam heningnya, ada derap kereta kuda yang membawa makna. tak ku lepas dekapku dalam pelukmu yang dikabuti tepung terigu. karena cinta tidak datang untuk ditunda. bila harus pergi, itu hanya karena kamu menginginkannya. bukan ku tinggalkan untuk sepi yang menyapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar