Minggu, 11 Maret 2012

Jejak Senja



Oleh : Ani Sudaryanti

Seperti yang sudah-sudah, malam menampakan elok rupawan, menghantar tidur para gadis di ujung cerita mereka
Tidak ada payah, seperti nyanyian di setiap larik not-not cinta di sebuah radio.
: Biasa saja.

Ceritanya sudah berangkat bersama kereta di stasiun pinggir kota, sejak tadi
Tidak ada yang tertinggal, seperti katamu, aku berada di sebuah istana kesendirianku
Bagiku, biarkan saja
Aku menemukan keramaian di sanubariku

Aku mengerti kalau juga kau mengerti
Baiklah, kita memang saling mengerti
Tapi tahukan kau, magrib sepertinya hanya tersenyum melihat tawamu yang kusimpan dalam peti senjaku
Dia tahu, aku selalu jujur tentangmu

Dalam hatiku selalu ada lemari besar berisi cerita tentang kamu
Bukan hanya tentang senja, tapi fajar juga tengah malam
Aku tahu, kau tahu, cerita itu bukan seperti jejak senja yang meninggalkan hening
Kita akan bertemu di sebuah kisah
Yang aku simpan diamdiam sebagai upaya cintaku, padamu

: sebuah jejak senja yang tidak direkayasa

DS, 11 Maret 2012


Entah mengapa, sejak saat melihat bayanganya menitis pada suatu sosok. Sebenarnya aku tersangkut kembali pada masa lalu. Pada dua belas tahun yang lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar