Minggu, 22 Januari 2012

Rumah Ramli Terbakar

Oleh : Ani Sudaryanti

Maskipun dengan satu warna, masih terlihat sebuah gambar rumah, jendelanya besar-besar, pintunya berukir, berlantai dua, garis-garis di setiap sudutnya tegas. Tidak terlalu bagus, masih bisa dibilang pantas untuk sebuah karya anak berumur 6 tahun. Namun, sesekali bu guru Sasti menatap serius hasil karya muridnya itu. Semua berwarna merah, hanya garis-garis tegas yang membuat karya tersebut bergambar rumah. Karya Ramli, muridnya yang memang pendiam dan tidak terlalu banyak berulah. Anak yang manis juga cerdas. Matanya menawan.

Ramli tidak buta warna, ia selalu mampu mengerjakan tugas mewarnai dengan baik. Bahkan, karya Ramli selalu menepati mading kelas. Yang membuat heran bu guru Sasti adalah jika Ramli di tugaskan menggambar rumah, maka hasilnya selalu di luar perkiraan. Kali ini Ramli mewarnainya penuh warna merah. Pernah juga karya Ramli tentang rumah yang semuanya berwarna hitam. Mengundang tanya, menimbulkan heran.

“Ini gambar rumah Ramli?” tanya bu guru Sasti. Anak bermata cemerlang itu mengangguk.

“Kok warnanya seperti ini sayang?”

“ semuanya warnanya merah, pintunya, jendelanya, mobilnya, kacanya, kamarnya, pokoknya merah” Jawabnya.

“bu guru kan tahu, rumah Ramli tidak seperti ini. Kenapa sayang?” bu guru Sasti menyamakan tinggi tubuhnya dengan Ramli. Mata mereka bertemu.

“Karena..karena...karena...”mata Ramli berpendar, selalu ada pesona di dalamnya. Sebuah cubitan kecil menyusup ke hati bu guru Sasti. Dia tidak sanggup hanya memandang dan menikmati mata kecil yang membulat itu. Sendu. Ditariknya tubuh Ramli kedalam pelukannya, meninggalkan heran lelaki kecil itu. Mengapa ibu gurunya begitu haru. Padahal, ia hanya bilang rumahnya akan berwarna merah saat papi dan maminya bertengkar, membanting pintu, berteriak, dan di mata Ramli yang mempesona itu, rumahnya akan berubah warna, menjadi merah lantas hitam seperti terbakar. Seperti terbakar. Katanya lagi.

“Sungguh bu guru, Ramli tidak bohong...!”
DS, 22 Jan. 12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar