Sabtu, 26 November 2011

Jujurku padamu dan ceritaku pada kertas ini

oleh : Ani Sudaryanti


Kau tahu, sebenarnya kau adalah satu-satu yang faham tentang hal ini. Jika, kau bisa menelaah lebih lanjut, aku adalah orang yang paling terbuka diantara kalian. Hanya beda cara menyampaikan. Jika kau pernah kecewa, akupun sama. Aku pernah berlelah-lelah dengan apa yang menimpa, mungkin bedanya aku selalu meraba pintu masuk di setiap langkahku.

I have dreams my friends. One of them is you. Forever, will be with you.


Aku akan menuliskan apa saja yang kurasa, hingga pada akhirnya aku lelah dan tak mengerti apa yang aku tulis. Lantas, aku ceritakan semua padamu, pada cerita ini. Cerita kertas. Jika kau menemukannya, berarti aku telah bercerita padamu. Jadi jangan bilang siapa-siapa tentang hal yang telah aku ceritakan padamu. Rahasia.

Itu satu hal tentang aku yang baru kau ketahui. Masih banyak lagi. Nah, jika kau pernah patah hati, akupun sama. Pernah patah hati. Mungkin aku hanya putri malu yang tak tahu malu untuk mencari pangeran fatamorgana. Ya, dilihat dari jauh ada, tapi dari dekat menghilang. Kau tahu tentang itu.


Saat itu aku pun dengan jujur ku ceritakan tentang rasaku padamu. Tapi, lihatlah reaksimu, kau pikir aku bercanda dan tak bersungguh-sungguh. Karena saat itu ku ceritakan dengan ekspresi biasa, tanpa air mata. Tetap bercanda, tertawa, atau bergaya sedih. Tahu kan kau teman, aku tak terbiasa menangis untuk hal yang tidak penting apalagi untuk kakak itu, ah, kalau jodoh kan tidak kemana tapi kalau tidak jodoh ya kemana-mana. Itu kata kita. He..he.. Setidaknya patah hati tidak boleh menyandra senyum kita. Bukan begitu?

Kalaupun sedih dan kecewa menjadi bumbu hidupmu, ingatlah selepas hujan mentari masih mau bersinar. Cari cara untuk melepas sedihmu. Membaca, menulis apa yang kamu rasa atau menemuiku untuk mendengarmu. Biasanya hanya itu yang aku lakukan untukmu. Sayang memang, aku bukan teman yang baik untukmu, walaupun ingin.

Aku juga pernah sangat bahagia. Hatiku melonjak-lonjak, mencoba menahan tawa yang pada akhirnya berdampak untuk senyum-senyum sendiri. Sebenarnya, aku akan bercerita padamu, tapi saat ku buka kata, sepertinya hal yang aku ceritakan bukanlah hal yang penting bagimu. Kunikmati saja sukaku.

Itulah tentang aku, akan mudah bertutur jika berteman dengan pena , tuts computer atau bermain kata yang berputar-putar di kepalaku. Mencari hikmah dari ceritamu, warna hidupku, rekaman bingkai mataku, dan apapun yang hadir dalam pelangi hidupku. Jadi temukanlah aku dalam tulisan ini, karena hanya di sinilah aku menjadi begitu jujur dalam mengungkap pedihku, kecewaku dan senangku. Jika kau lelah membacanya, hentikan lah. Dimanapun kau mau. Dan Saat kau ingin mengenalku lebih jauh. Aku akan tetap di sini. Di cerita kertasku.

Truly, I love u.

DS, 19 January 2011
Buat my lovely friend, my lovely ari.
Melepas rasa menuju mimpi sambil menikmati ‘buat aku tersenyum’ by Sheila on seven di kamar kecil tapi penuh inspirasi.

2 komentar:

  1. ohh...indahnya persahabatan, semua kisah terurai dalam cerita...
    akhirnya, hatilah yang menilai...
    semoga persahabatan ini tetap terjaga...

    BalasHapus
  2. Insya Allah, didalam hari-hari kita. Dan cerita fitri di hati ani lebih banyak tersimpan.

    BalasHapus