Senin, 04 Juli 2011

Bunda

Seribu definisi tak akan cukup ketika menyebut satu nama, “Ibu”. Insan pemberi, ikhlas tanpa pamrih, kasihnya mengalir tak bermuara, sayangnya tak berujung, cintanya tiada bertepi, serta doanya selalu terlantun dan terpatri. Dia adalah manusia tangguh tanpa pernah putus asa. Selalu siap merangkul dan membimbing tanpa diminta.

Rasululllah SAW pun sangat menghormati sosok ibu hingga beliau lebih mengutamakannya dibandingkan maklhuk lainnya di muka bumi ini. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Telah datang kepada Rasulllah, siapakah yang lebih berhak saya pergauli dengan baik?” Beliau menjawab, “Ibumu”. Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, “Ibumu”. Dia pun bertanya lagi, “Kemudia siapa?” Beliau menjawab, “Ayahmu”. (HR Bukhari dan Muslim).
Ibu adalah pahlawan bagi setiap jiwa anak manusia. Darah, air mata dan peluh siap dipertaruhkan, senandung doa pun hanya tercipta demi buah hatinya. Bahkan, berkorban nyawa pun dilakukan ketika anaknya hadir di muka bumi.

Pernahkah terbayang dalam benak kita ketika ia harus menanggung beban dalam dirinya selama Sembilan bulan? Berjuta penat, lelah dan berbagai rasa tidak nyaman menyergap dirinya. Namun, karena cinta yang tiada yang tiada tergantikan merasuk serta menjalar dan menghujam dalam benak sang ibu, ia pun menghadapi semua dengan senyum dan untaian syukur.

Tidak berhenti di situ, ia merawat dan membesarkan serta mendidiknya hingga dewasa dengan kasih yang tak bertepi.

read more

Tidak ada komentar:

Posting Komentar